Harga baja naik sebesar 1000 – 2000 Rupiah / KG

Sejak awal Februari 2012, setelah penangkapan 2.800 peti kemas impor di pelabuhan Tanjung Priok, ada kekhawatiran harga baja nasional akan terus naik.

Budi Irmawan, direktur Direktorat Jenderal Logam, Departemen Perindustrian (Perindustrian) Basis Manufaktur (BIM), mengatakan harga sekarang naik di tingkat konsumen. “Harga normal tidak akan bertahan lama, dan beberapa harga akan naik,” kata Budi di Cilegon di Banten kemarin. Dia mencontohkan, harga besi untuk membangun besi beton naik sekitar 1.000 hingga 2.000 rupiah / kg.

Menurutnya, pengecer mulai menaikkan harga karena pasokan mandek. Dia mengatakan bahwa bahkan di Jawa, kenaikan harga akan melambung dan menyebar ke daerah lain dalam dua bulan ke depan. Jika ada beberapa solusi afiliasi, Budi mengatakan kenaikan harga bisa diblokir. Menurutnya, situasi ini tergantung pada Kementerian Lingkungan Hidup dan tidak boleh mempromosikan kebijakan.

“Bukan karena cedera, semuanya dipukul,” katanya. Pangah Susanto, Direktur Jenderal BIM Kementerian Perindustrian, menambahkan bahwa sekitar 400 kontainer dibangun minggu lalu, dengan kapasitas inspeksi maksimum hanya sekitar 40 kontainer per hari. Akibatnya, akumulasi berlanjut karena kontrol tidak dapat mencapai kecepatan impor.

Panggah mengatakan bahwa tidak ada solusi yang jelas untuk menyelesaikan masalah ini sejauh ini. Merencanakan, menerbitkan, dan berdiskusi dengan DPR. “Kementerian Perindustrian berkomitmen kuat pada posisi proposal awal bahwa solusi harus dipercepat dan metode khusus harus dikembangkan, dari pengambilan sampel hingga penambahan personel untuk mempercepat proses inspeksi,” katanya.

Selain itu, peraturan terkait yang terkait dengan tingkat referensi standar kemurnian (kotoran) dari besi tua yang diimpor harus diperbaiki.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *